Prakata

Backup_of_isa

MERAIH KEBAHAGIAAN DENGAN ALQURAN DAN SUNNAH

Assalaamu ‘alaikum…

Segala puji hanya milik Alloh, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad sholallohu ‘alaihi wassalam…

Kebenaran adalah apa yang datang dari Alloh dan Rosul-Nya, apa yang ada tuntunannya dalam alquran dan sunnah. Bukan atas dasar akal dan perasaan, bukan menurut kata kebanyakan orang. Juga bukan meniru-niru agama lain.

Marilah kita terima kebenaran yang datang kepada kita dan tidak menolaknya, karena menolak kebenaran adalah kesombongan dan sekecil apapun kesombongan akan menghantarkan kita ke neraka.

Marilah kita berlapang dada jika kita selama ini salah, tidak fanatik golongan atau madzhab, tetapi hanya fanatik kepada Rosululloh Shalallahu ‘Alaihi Wassalam semata. Berani meninggalkan yang salah.

Perkataan seseorang dapat dibantah, kecuali hanya Rosululloh Shalallahu ‘Alaihi Wassalam.

image003

image002

Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)[500]. (Al-An’aam: 116)

image001

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (An Nisaa’: 59)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Pada hari ini telah kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah ku ridhoi islam sebagai agamamu.” (Qs. Al-Maidah: 3)

Ibnu Majisyun berkata : “Aku mendengar Imam malik berkata: “Barang siapa yang membuat bid’ah dalam islam dan melihatnya sebagai suatu kebaikan, maka Sesungguhnya dia telah menuduh bahwa Nabi Muhammad Sholallohu ’alaihi wassalaam telah berkhianat, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman Dalam Al-qur’an , “Pada hari ini telah aku sempurnakan bagimu agamu.” Maka apa yang pada hari itu tidak termasuk sebagai agama maka pada hari inipun bukan termasuk Agama.”( Asy-syatibi dalam Al-I’tisam).

Amalan yang tidak ada tuntunannya akan TERTOLAK, berdasarkan sabda Nabi, “Barang siapa mengada-adakan perkara baru dalam urusan kami (agama) ini, apa yang bukan dari bagiannya maka dia tertolak.” Dan dalam riwayat yang lain disebutkan, “Barang siapa mengerjakan suatu amalan yang tidak ada dasar perintahnya dari kami maka dia tertolak.” (Muttafaq ‘alaih (Bukhori-Muslim), hadits dari Aisyah radhiyallahu ‘anha)

Jabir Ibnu Abdullah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Adalah Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bila berkhotbah memerah kedua matanya, meninggi suaranya, dan mengeras amarahnya seakan-akan beliau seorang komandan tentara yang berkata: Musuh akan menyerangmu pagi-pagi dan petang. Beliau bersabda: “Amma ba’du, sesungguhnya sebaik-baik perkataan ialah Kitabullah (al-Qur’an), sebaik-baiknya petunjuk ialah petunjuk Muhammad, sejelek-jelek perkara ialah yang diada-adakan (bid’ah), dan setiap bid’ah itu sesat.” Diriwayatkan oleh Muslim. Dalam suatu riwayatnya yang lain: Khutbah Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pada hari Jum’at ialah: Beliau memuji Allah dan mengagungkan-Nya, kemudian beliau mengucapkan seperti khutbah di atas dan suaru beliau keras. Dalam suatu riwayatnya yang lain. “Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tiada orang yang dapat menyesatkannya dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah, maka tiada orang yang dapat memberikan hidayah padanya.” Menurut riwayat Nasa’i: “Dan setiap kesesatan itu tempatnya di neraka.”

Dari Ibnu Umar Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk mereka. Riwayat Abu Dawud. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban.

Dari Abdullah bin Mas’ud r.a. dari Nabi s.a.w., sabdanya: “Tidak dapat masuk syurga seseorang yang dalam hatinya ada sifat kesombongannya seberat debu.” Kemudian ada orang berkata: “Sesungguhnya seseorang itu ada yang senang jikalau pakaiannya itu baik dan terumpahnya pun baik.” Beliau s.a.w. lalu bersabda: “Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan mencintai keindahan. Kesombongan itu ialah menolak kebenaran dan menghinakan orang banyak.” (Riwayat Muslim)

Jika ada tuntunannya, lakukan!

Jika tidak ada tuntunannya, tinggalkan!

wallohu a’lam…

Semoga Bermanfaat… Wassalamu ‘alaikum…




image001

[Beranda]

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: