Bedah Kitab

Pendiri Ormas besar di Indonesia Nahdatul Ulama adalah Kyai Hasyim Asyari. Beliau pernah belajar di Makkah selama 2 tahun mengkaji Shahih Bukhari, Shahih Muslim dan Al Muwatho’ Imam Malik. Maka tak heran jika Beliau sangat teguh dalam mengikuti Al Quran dan Sunnah dan berusaha mengajarkan dan mengajak umat dengan mendirikan NU. Hal ini dapat kita lihat dalam kitab yang Beliau tulis yaitu Irsyadus Sari (Kumpulan Kitab2 Beliau). Diantaranya beliau menulis bahwa:

  1. Seburuk buruk perkara adalah hal yang baru, setiap hal baru (dalam agama) adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah sesat dan setiap kesesatan tempatnya di neraka. (khutbatul hajah)
  2. Menggantungkan kentongan dimasjid adalah haram, menyerupai syiar orang nasrani. Beliau pernah menghadiri acara walimah di wilayah Madiun, beliau melihat suguhan musik, beliau megobrak abriknya.
  3. Sholat tarawih adalah 11 Rokaat dan itu yang diperintahkan Umar pada masa kekhalifahannya.
  4. Beliau menuliskan bacaan sholawat tanpa kata “Sayyidina”.
  5. Beliau memerintahkan ummat untuk mengikuti sunnah dan menjauhi bid’ah.
  6. De el el.

Lantas mengapa di masyarakat saat ini banyak orang yang amalannya berbeda dengan apa yang Beliau ajarkan? Satu hal yang pasti adalah:

  1. Kita tidak mengenal sosok Beliau dan bagaimana ajaran-ajaran juga pesan beliau,
  2. Kita malas belajar dan mempelajari ilmu hadits, dan mencukupkan diri beragama dengan “katanya”. Syaikh Abdul Qadir Jailani dalam kitabnya Al-Ghunyah berkata, “… adapun Golongan Yang Selamat yaitu Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Dan Ahlus Sunnah, tidak ada nama lain bagi mereka kecuali satu nama, yaitu Ashhabul Hadits (para ahli hadits).”
  3. Kalaupun kita membaca kitab Beliau hanya sekedar membaca tanpa mengerti isinya (bahkan banyak yang hanya untuk mencari berkahnya saja, harus pakai wudhu segala??).
  4. Bahkan banyak diantara kita yang tak tahu Beliau punya kitab apa, apalagi membacanya.

Berikut adalah rekaman Kajian Umum yang diisi oleh Ustadz Khoirudin Abu Abdirrohman di IC Ponorogo pada tanggal 18 September 2011. File berikut dalam format AMR, tidak kami convert ke MP3 agar ukuran file tidak terlalu besar (berhubung alat rekamnya super sederhana, mohon maaf jika hasilnya belum maksimal). Bagi yang kurang puas dengan apa yang beliau sampaikan maka bisa menghubungi beliau dan belajar bersama/bertanya kepada Beliau. Beliau memiliki kitab-kitab KH Hasyim Asyari, Imam Syafi’i, maupun kitabnya Syaikh Abdul Qodir Jaelani.

  1. File Pertama (2,74MB. Durasi 1 Jam)
  2. File Kedua (296 Kb. Durasi 6 Menit)
  3. File Ketiga (2,74 Mb. Durasi 1 Jam)
  4. File Keempat (1,95 Mb. Durasi 38 Menit) ————TUNGGU YA…

Maaf, belum jadi di upload. Bagi yang berjiwa besar, dan jujur dalam mencari kebenaran, bisa ngopy langsung kok …

5 Balasan ke Bedah Kitab

  1. rusdiantotanjung mengatakan:

    Seburuk buruk perkara adalah hal yang baru, setiap hal baru (dalam agama) adalah bid’ah. Kalimat ini masih menggajal dihati ini!!! Apakah kondisi dulu yang lama dengan kondisi sekarang bertentangan dengan alquran…..jangan-jangan kedangkalan berfikir dikira terbatas ilmu dalam alquran…..Alquran bisa menjawab untuk tiap zaman…..Untuk bid’ah yang tidak menimbulkan kemudoratan dan syirik ya…boleh saja…..dari pada melakukan sholat tapi dalam keadaan syirik itu lebih bahaya….

    • abu zahra mengatakan:

      Itu sabda Nabi Muhammad Sholallohu ‘alaihi wassalaam…

      Jabir Ibnu Abdullah Radliyallaahu ‘anhu berkata: ‘Adalah Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bila berkhotbah memerah kedua matanya, meninggi suaranya, dan mengeras amarahnya seakan-akan beliau seorang komandan tentara yang berkata: Musuh akan menyerangmu pagi-pagi dan petang. Beliau bersabda: “Amma ba’du, sesungguhnya sebaik-baik perkataan ialah Kitabullah (al-Qur’an), sebaik-baiknya petunjuk ialah petunjuk Muhammad, SEJELEK-JELEK perkara ialah yang diada-adakan (bid’ah), dan SETIAP BID’AH ITU SESAT.” (Diriwayatkan oleh Muslim).

      Atau silakan baca “Mengapa Anda Menolak Bid’ah Hasanah?”

    • abu zahra mengatakan:

      berarti sholat subuh 4 rokaat gak papa doong…??

  2. Pulsa Online mengatakan:

    pegangan al-qur’an sebagai pedoman, agar terhindar dari yg sesat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: