Maulid Nabi

Tanggal berapa Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassalaam lahir, masih terdapat perbedaan diantara kalangan ahli sejarah. Ada yang menyatakan tanggal 2, tanggal 8, tanggal 9, tanggal 10, ada yang tanggal 12 Robi’ul Awal. Hadits yang mendasariinyapun tidak shahih. Penulis Siroh Nabawiyah (Ar-Rohiqul Makhtum) menguatkan bahwa Nabi Sholallohu ‘Alaihi Wassalaam lahir pada tanggal 9 Robi’ul Awwal. Para ahli sejarah bahkan sepakat bahwa meninggalnya Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassalaam pada tanggal 12 Robi’ul Awwal. Allohu A’lam. Lantas bagi mereka yang memperingati maulid Nabi, mereka sebenarnya memperingati hari kelahiran atau hari meninggalnya Nabi Sholallohu ‘Alaihi Wassalaam.???

Beberapa fakta tentang acara maulid Nabi diantaranya adalah:

  1. Peringatan Maulid Nabi tidak pernah dirayakan pada jaman Nabi Sholallohu ‘Alaihi Wassalaam, Sahabat, Tabi’in, dan Tabi’ut Tabi’in (3 generasi terbaik umat islam). Kalau hal itu suatu kebaikan, sudah tentu mereka mengamalkannya lebih dahulu daripada kita.
  2. Perayaan maulid Nabi menyerupai kaum nasrani dalam memperingati kelahiran tuhan mereka.
  3. Yang pertama-tama melaksanakannya adalah orang-orang Zindiq masa pemerintahan Fathimiyyah di abad ke-empat hijriyyah (357 H – 567 H)
  4. Merayakan maulid Nabi bukan bukti cinta kepada Beliau. Mencintai beliau berarti melaksanakan apa yang Beliau perintahkan dan meninggalkan apa yang Beliau larang dan peringatkan.
  5. Sesungguhnya banyak terdapat kemungkaran-kemungkaran dalam perayaan maulid Nabi, seperti: Bacaan-bacaan syirik, keyakinan-keyakinan yang menyimpang, menghamburkan harta, ikhtilat, dan lain-lain.
  6. Agama Islam telah sempurna, dengan turunnya wahyu terakhir. Dengan menambah-nambah amalan yang tidak dicontohkan sama artinya menganggap Islam belum sempurna. Ibnu Majisyun berkata : “Aku mendengar Imam malik berkata: “Barang siapa yang membuat bid’ah dalam islam dan melihatnya sebagai suatu kebaikan, maka Sesungguhnya dia telah menuduh bahwa Nabi Muhammad Sholallohu ’alaihi wassalaam telah berkhianat, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman Dalam Al-qur’an , “Pada hari ini telah aku sempurnakan bagimu agamu.” Maka apa yang pada hari itu tidak termasuk sebagai agama maka pada hari inipun bukan termasuk Agama.”( Asy-syatibi dalam Al-I’tisam).
  7. Sesungguhnya amalan yang tidak ada contohnya tertolak. Berdasarkan sabda Nabi, “Barang siapa mengada-adakan perkara baru dalam urusan kami (agama) ini, apa yang bukan dari bagiannya maka dia tertolak.” Dan dalam riwayat yang lain disebutkan, “Barang siapa mengerjakan suatu amalan yang tidak ada dasar perintahnya dari kami maka dia tertolak.” (Muttafaq ‘alaih (Bukhori-Muslim), hadits dari Aisyah radhiyallahu ‘anha)

Download Ebook:

  1. ANTARA NATAL DAN MAULID NABI (alsofwah.or.id)
  2. Trilogi Maulid Nabi (Abu Ismail Agung Priyadi)
  3. Apakah Kita Merayakan Maulid Nabi? (Terj Buletin, JDC)
  4. Apakah Hukumnya Merayakan Maulid Nabi?
  5. Maulid Nabi dr FN (Syaikh M Jamil Zainu dlm Firqotun Najiyah)
  6. Napak Tilas Maulid Nabi (Milis Assunnah)
  7. MAULID Tinjauan Sejarah dan Analisa Dampak (Abu Salma)
  8. Perayaan Maulid Rasulullah Dalam Sorotan (Syaikh bin Baz)
  9. STUDI KRITIS Syair-syair Barzanji & Burdah (Abu Salma)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: