Yang Mana Ya??

Si Fulan kebingungan bukan kepalang. Ia pengen belajar Islam dengan benar tetapi tidak tau mau belajar kemana. Banyak kelompok-kelompok ta’lim, kajian, organisasi, dll yang pada menyatakan dirinya yang benar.
===================================================

Kelompok A, mengajak menata hati dan menjaga hati agar tetap bersih. Tidak iri dan dengki. Kebanyakan membahas masalah hati, jarang sekali membahas aqidah dan fiqih. Akhirnya jama’ah banyak yang tidak paham, kaget dan lari ketika ustad mereka melakukan ”amalan” yang dibolehkan islam, namun jama’ah gak paham dan akhirnya menolaknya.

===================================================

Kelompok B, berdakwah sekaligus mencari massa. Karena dengan massa yang banyak pasti menang dalam pemilu. Katanya agar dapat menegakkan syariat Islam dari kursi empuk yang didapatkan. Oh… demokrasi… yang banyak yang menang… walau salah… Walau berlabel islam, anehnya tak senang jika kelompok yang berlabel islam lainnya yang menang. Ashobiyah…

===================================================

Kelompok C, mengajak ke kuburan. Meminta dan berdo’a kepada penghuni kubur. Padahal hal itu hanya boleh kepada Alloh saja.
…..

Melakukan perjalanan khusus untuk ziarah kubur tidak ada tuntunannya bahkan dilarang.
Dari Abu Said Al-Khudry Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Tidak ada perjalanan kecuali ke tiga masjid, yaitu Masjidil Haram, Masjidku ini, dan Masjidil Aqsho.” Muttafaq Alaihi.
…..
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. “Artinya : Janganlah kalian jadikan rumah kalian sebagai kuburan dan jangan jadikan kuburku sebagai tempat perayaan, dan bersalawatlah atasku, sesungguhnya shalawat kalian sampai kepadaku bagaimanapun keadaan kalian” [Hadits Riwayat Tirmidzi V/157, Abu Dawud II/534, dan Ibnu Majah I/348 di dalam Sunan]
Sedangkan yang berkenaan dengan beribadah kepada Allah di kuburan, maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang yang demikian itu. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Artinya : “Semoga Allah membinasakan orang-orang Yahudi. Mereka menjadikan kubur para nabi mereka sebagai masjid (tempat ibadah)” [Hadits Riwayat Bukhari da Muslim]
…..
Kalau pada kubur para Nabi yang mulia saja dilarang, bagaimana selain para Nabi? Tentu lebih dilarang.
===================================================
Kelompok D, mengajak orang-orang agar mengikuti Alquran dan Sunnah. Kerjakan apa yang ada tuntunannya dan tinggalkan apa yang tidak ada tuntunannya. Jauhi syirik, khurofat, tahayul dan bid’ah. Hanya mengajak kepada Alquran dan Sunnah, bukan mengajak kepada kelompok dan golongannya. Tidak ada yang namanya anggota dan bukan anggota, apalagi pake iuran/upeti wajib segala.

===================================================

Kelompok E, suka mengadakan kegiatan sosial tetapi dengan menunjukkan simbol atau gambar tertentu dari kelompoknya. Tentunya dengan harapan dikenal dan dipilih. Lagi-lagi cari massa.

===================================================

Kelompok F, mengajak agar giat beribadah tanpa meluruskan aqidah. Banyak mengikuti hadits-hadits palsu dan lemah. Sedikit belajar, besar semangat. Bahkan mengunjungi markasnya lebih didulukan daripada ibadah haji ke mekkah.

===================================================

Kelompok G, mengajak mengikuti suara terbanyak, opo umume wae, gak usah neko-neko. Mbah-mbah kita dulu begitu. Ikut nenek moyang saja, manuuut…. Banyak amalan-amalan yang merupakan warisan agama hindu dan budha, menyerupai mereka…
…..
Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah). (Al-An’aam: 116)
Dari Ibnu Umar Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk mereka. Riwayat Abu Dawud. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban.

===================================================

Kelompok H, mengajak menggunakan akal, tapi kebablasan… akalnya didulukan daripada alquran dan Sunnah. Karena saking berakalnya, Alquran dan Sunnah diakali, diselewengkan… Malah gak yakin kalau Islam adalah agama satu-satunya yang benar, dengan mengatakan: ”Semua agama benar, Islam bukan agama yang paling benar”.
….
Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (TQS. Ali Imron (3): 85)
===================================================

Kelompok I, mengajak mengamalkan amalan-amalan baru. Membuat ajaran baru, bahkan Nabi baru. Menandingi Nabi Muhammad sholallohu ’alaihi wassalaam…

…..

Amalan yang tidak ada tuntunannya akan TERTOLAK, berdasarkan sabda Nabi, “Barang siapa mengada-adakan perkara baru dalam urusan kami (agama) ini, apa yang bukan dari bagiannya maka dia tertolak.” Dan dalam riwayat yang lain disebutkan, “Barang siapa mengerjakan suatu amalan yang tidak ada dasar perintahnya dari kami maka dia tertolak.” (Muttafaq ‘alaih, hadits dari Aisyah radhiyallahu ‘anha)
Jabir Ibnu Abdullah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Adalah Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bila berkhotbah memerah kedua matanya, meninggi suaranya, dan mengeras amarahnya seakan-akan beliau seorang komandan tentara yang berkata: Musuh akan menyerangmu pagi-pagi dan petang. Beliau bersabda: “Amma ba’du, sesungguhnya sebaik-baik perkataan ialah Kitabullah (al-Qur’an), sebaik-baiknya petunjuk ialah petunjuk Muhammad, sejelek-jelek perkara ialah yang diada-adakan (bid’ah), dan setiap bid’ah itu sesat.” Diriwayatkan oleh Muslim. Dalam suatu riwayatnya yang lain: Khutbah Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pada hari Jum’at ialah: Beliau memuji Allah dan mengagungkan-Nya, kemudian beliau mengucapkan seperti khutbah di atas dan suaru beliau keras. Dalam suatu riwayatnya yang lain. “Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tiada orang yang dapat menyesatkannya dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah, maka tiada orang yang dapat memberikan hidayah padanya.” Menurut riwayat Nasa’i: “Dan setiap kesesatan itu tempatnya di neraka.”

===================================================

Kelompok J, aktif berdemo ria, menjelek-jelekkan pemerintah di muka umum (padahal gak boleh kan?). Campur baur laki perempuan, bahkan yang perempuan banyak yang berpakaian tapi telanjang, teriak-teriak orasi di jalanan. Ada yang berlabel Islam, kadang menuntut penegakkan Syariat Islam, tetapi mereka melanggar syariat Islam, mereka belum menegakkan Islam dalam diri dan hati mereka. Sholat sampai terlalaikan. Pacaran, nyanyi-nyanyi, ikhtilat sering kita jumpai di ”Kantor/Sekretariat” mereka.

===================================================

Kelompok K, menjadikan para kyainya sebagai panutan tunggal, fanatik dan taklid buta. Bahkan sampai-sampai dipertuhankan. Kalau benar, tidak ada masalah diikuti, tapi kalau salah trus sendiko dawuh saja ya akan rusak ummat ini. Looo… kyai ko salah… Jangan heran, setiap manusia bisa salah, kan hanya Nabi yang terjaga dari kesalahan. Bahkan ada kyai yang banyak bergelut dengan kesyirikan lo…
…..
Padahal Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak ada ketaatan kepada seseorang dalam hal maksiat kepada Allah.” [H.R. Ahmad, 5/66, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Ahadits Shahihah no. 179, juga hadits lain yang semakna disebutkan oleh Syaikh Al-Albani, no. 180. Riwayat Ahmad 4/426, 427, 436 dan At-Toyalisi, 850 dan no. 181 (Riwayat Bukhari, Muslim dan lainnya)]
===================================================

Kelompok L, mendahulukan perasaannya sebagai pedoman, yang penting niatnya baik. Jika menurut perasaan hatinya baik maka ia amalkan, jika tidak baik menurut perasaan ya ditinggalkan. Diajak menjalankan perintah dan meninggalkan larangan, pedomannya perasaan, gak enak sama tetangga, ntar gak punya teman, ntar dimusuhi, ntar dan ntar. Perasaan dan niat baik tidak bisa dijadikan sebagai sarana pelegalan amalan-amalan yang tidak ada tuntunannya.
…..
Berkata Sufyan Ats-Tsauri : “Tidak akan diterima suatu perkataan kecuali dengan perbuatan, dan tidak akan tegak perkataan, perbuatan, dan niat itu kecuali sesuai dengan petunjuk Rasulullah”.
===================================================

Terus, menurut Anda, si Fulan harus belajar kemana??? Coba kita pikirkan, dari lubuk hati kita yang paaaling dalam, kira-kira kemana ya???
===================================================

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (An Nisaa’: 59)
Kebenaran adalah apa yang sesuai dengan Al Quran dan Sunnah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: